Kanker payudara ini sering terjadi pada wanita, meskipun pria juga dapat menderita kanker payudara, tetapi kasusnya sangat jarang terjadi. Frekuensi kanker payudara relatif tinggi. Di negera maju merupakan yang terbanyak, sedangkan di Indonesia berada pada urutan kedua setelah kanker serviks uteri. Kanker payudara ini lebih sering terjadi pada wanita berusia 40 tahun ke atas, lebih banyak menyerang payudara yag sebelah kiri dan lebih sering menyerang bagian atas payudara (dekat lengan). Selain itu ada beberapa gejala kanker payudara yang dapat dilihat. Berikut gejala yang dimaksud :
- Adanya benjolan atau massa pada payudara (dapat diraba)
- Perubahan simteri atua bentuk payudara dari sebelumnya.
- Adanya luka di sekitar puting susu dan sekitarnya yang susah sembuh
- Adanya cairan (darah, nanah) yang keluar dari puting susu.
- Perubahan pada puting susu, seperti gatal, terasa terbakar dan retraksi (ketarik ke dalam)
- Adanya kerutan-kerutan (seperti kulit jeruk purut) pada kulit payudara.
- Faktor usia. Resiko mengalami kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia.
- Faktor genetik. Mereka yang keluarganya memiliki riwayat kanker payudara, beresik terjangkit kanker 2 kali lipat, dibandingkan dengan yang tidak punya faktor keturunan.
- Faktor obat-obatan. Kanker payudara mungkin dialami wanita yang melakukan terapi pengganti hormon.
- Faktor stres. Stres akan meningkatkan kadar hormon kortisol, yang dapat memicu terjadinya kanker payudara.
- Faktor lain yang diduga sebagai penyebab kanker payudara adalah menstruasi dini, tidak menikah, menikah tetapi tidak punya anak, melahirkan anak pertama diusia lanjut, serta tidak pernah menyusui anak. Gejala awal dari kanker payudara adalah munculnya benjolan di payudara, yang dapat diraba dengan tangan dan makin lama benjolan makin mengeras dan bentuknya tidak beraturan. Gejala lebih lanjut dapat dikenali dari pembesaran payudara bukan saat hamil dan menyusui, timbul benjolan dibawha ketiak, perubahan kulit disekitar benjolan payudara menjadi mengkerut seperti kulit jeruk, warna puting yang semakin menggelap, puting mngerut ke dalam, hingga bengkak di sekitar puting. Pada stadium lebih lanuut, keluar cairan berbau busuk menyerupai nanah dari puting susu. Pencegahan dini sangat diperlukan. Pemeriksaan kanker payudara yang paling baik yaitu ketika stimulasi hormon dari payudara paling sedikit, yakni 7-10 hari setelah awal dari siklus haid. Pada saat itu, penyimpanan cairan dari payudara dan pembelahan sel adalah paling rendah. Disarankan wanita usia >17 tahun melakukan pemeriksaan payudara sendiri minimal 1x sebulan. Jika dirasa ada kelainan, diagnosis dapat dipastikan melalui emeriksaan fisik payudara atau mamografi.

No comments:
Post a Comment