
Setiap anak kecil memiliki kebiasaan yang sudah sangat melekat dengan dirinya. Dan tentu saja, ibu sebagai orang terdekat bagi anaknya mengetahui itu. Ada kebiasaan yang nantinya akan memudar dengan sendirinya, namun beberapa kebiasaan harus dibantu oleh orangtua agar tak keterusan sampai dewasa. Simak cara Menghilangkan kebiasaan Buruk pada anak ,
1. Mengisap jempol
Mengapa mereka melakukannya: Bila Anda adalah seorang anak kecil yang berada di dunia besar, jempol (atau jari) membuat diri merasa aman. Jempol selalu ada buat Anak ketika Si Kecil membutuhkannya, terutama ketika dia merasa letih atau stres.
Apa yang harus dilakukan: Kabar baiknya, sebagian besar balita secara bertahap menurunkan kebiasaan menghisap jempol dengan sendirinya di usia tiga tahun. Biasanya, hal ini tidak berpengaruh pada pertumbuhan gigi atau cara bicara, kecuali bila anak Anda mengenyot jempol tanpa henti.
Jika itu yang terjadi, cobalah untuk membuat tangan dan mulutnya sibuk dengan kegiatan seperti menyanyi, mengerjakan teka-teki, mengendarai mainan, atau meniup gelembung. Ajarkan anak Anda untuk membuat kepalan dengan menaruh ibu jari di dalam kepalan tangan ketika dia mulai tergoda, dan berikan pujian atas tindakan anak Anda tersebut.
Ingat, mengejek anak Anda dengan kalimat seperti, "Hanya bayi yang menghisap jempolnya,” tidaklah efektif dan tidak baik.
2. Menggunakan dot
Mengapa mereka melakukannya: Anak Anda sedang berada dalam tahap ingin madiri, ingin melakukan segalanya sendiri, tapi melangkah menjauhi Anda dan terjun ke dunia yang tidak diketahuinya adalah hal yang menakutkan.
Di situlah dot atau empeng memberikan bantuan, saat anak merasa takut atau asing, dot menjadi sumber kenyamanan yang dikenalnya.
Apa yang harus dilakukan: Kebanyakan anak-anak akan melepas dot di sekitar umur 3 tahun. Tetapi jika anak Anda terlihat tertempel secara permanen dengan dotnya, inilah waktunya untuk menghentikan kebiasaaan buruk itu. Lagipula, kegiatan mengisap dot sepanjang hari dapat menyebabkan infeksi telinga, mempengaruhi pertumbuhan gigi dan menghambat bahasa dan kemampuan sosialnya.
Taktik pertama Anda, segera kurangi kepuasannya dalam mengisap dot, kemudian secara bertahap tetapkan batas (dimana atau kapan dia bisa menggunakan empeng-nya), dan berikan tepuk tangan ketika dia sudah bisa melakukan aturan baru.
3. Tidak bisa melepaskan barang kesayangannya
Mengapa mereka melakukannya: Anak Anda ingin memiliki jaminan, terutama ketika dia sedang melawan ketakutannya (dari gelap, orang asing, suara keras) dan saat menguji kemerdekaannya. Pada umur 5 tahun atau lebih cepat dari itu, dia mungkin akan melonggarkan cengkramannya.
Apa yang harus dilakukan: Menggenggam barang kesayangan dianggap bukan kebiasaan buruk bagi anak-anak, kecuali jika benda tersebut mengganggu dalam kehidupan sehari-hari. Jika anak Anda tidak pernah pergi keluar tanpa boneka kesayangannya, coba perkenalkan batasan dengan siapa dia bisa berkegiatan. Misalnya, “Bunny boleh ikut, tetapi ia harus menunggu di mobil sementara kita pergi ke kelas senam, ya.” Anda juga dapat mencoba membuat tangan kecilnya sibuk dengan menggambar, bermain puzzle dan kerajinan kreatif lainnya.
4. Memukul-mukul kepala
Mengapa mereka melakukannya: Tok, tok. Siapa di sana? Jawaban: kepala anak Anda, yang dia pukulkan ke tempat tidur atau dinding sebelah tempat tidurnya. Ini adalah salah satu kebiasaan buruk pada anak-anak (seperti menarik-naik rambut dan bergerak oleng) yang mengkhawatirkan orangtua karena itu membingungkan. Tetapi sebenarnya ini hanyalah cara bagi anak-anak untuk melepaskan panas, terutama pada saat tidur.
Apa yang harus dilakukan: Sediakan banyak kesempatan untuk anak Anda yang bersemangat untuk melelahkan dirinya (berlari-lari, memukul-mukul palu mainan) selama siang hari. Mendekati waktu tidur, turunkan suasana dengan ritual dan kegiatan yang beriraman seperti menari dengan lagu lambat setelah Anda membaca cerita.
Akhirnya, pastikan waktu tidur tidak terlalu awal ataupun terlalu telat. Jika dia masih memukul-mukul dirinya setelah usia tiga tahun, menyakiti dirinya sendiri, atau antisosial, bicaralah dengan dokter anak Anda.
5. Memutar-mutar rambut
Mengapa mereka melakukannya: Memutar-mutar rambut adalah kegiatan menyamankan diri. Ini adalah cara anak kecil untuk mengatasi stres.
Apa yang harus dilakukan: Alih-alih meminta anak berhenti memutar-mutar rambutnya (kemungkinan besar, itu hanya akan membuatnya memutar rambut lagi), berikan banyak stimulasi dan temukan jalan lain untuk mengatasi stres dan melepaskan energi.
Bangun dan lakukan aktifitas (berlari di taman, lompat tali, melempar bola) adalah penyaluran energi yang baik bagi anak, seperti halnya rutinitas menenangkan seperti waktu bercerita di pangkuan Anda, atau mendengarkan musik yang tenang. Masih memelintir rambut? Pertimbangkan untuk memotong rambut Si Kecil sampai pendek.
6. Mengorek hidung
Mengapa mereka melakukannya: Anak-anak sering mengorek hidung mereka karena mereka bosan atau stres, atau hanya usil untuk mengetahui apa yang ada di dalam hidung mereka. Tetapi bisa jadi anak menderita alergi, sehingga did alam hidung terdapat lendir dan pengerasan kulit.
Apa yang harus dilakukan: Semua kebiasaan buruk pada anak-anak, mungkin orangtua melihatnya sebagai sesuatu yang mengganggu dan menjijikan. Tetapi jangan memarahi atau mengejek anak Anda. Anak-anak secara bertahap akan berhenti mengorek hidung mereka, setidaknya di depan umum, ketika mereka mulai peduli tentang apa yang orang lain pikirkan, yakni sekitar usia empat atau lima tahun.
Sementara itu, alihkan tangan-tangannya dengan kegiatan menyenangkan seperti bermain dengan blok atau puzzle. Jika mengorek hidung sampai menyebabkan berdarah, jelaskan bahwa itu dapat menyakiti hidungnya. Jika Anda curiga anak mengalami alergi, bicarakan pada dokter anak.
7. Mengigiti kuku
Mengapa mereka melakukannya: Sama seperti orang dewasa, balita menggigit kuku mereka untuk mengurangi kecemasan atau karena mereka tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan.
Apa yang harus dilakukan: Jangan tarik jari anak anda dari mulutnya. Itu hanya akan menuntun ke adu kekuatan dan kemungkinan meningkatkan kemauannya untuk mengigit kuku. Cara terbaik untuk menghentikan kebiasaan buruk ini adalah membantu anak anda mengurangi stresnya dengan melakukan aktifitas fisik dan kegiatan santai.
Juga, buatlah kebiasaan buruk ini menjadi membosankan bagi anak Anda dengan menjaga kukunya tetap pendek. Banyak perhatian dan kasih sayang dari Anda akan bertindak sebagai penyangga melawan stres. Sebuah hadiah stiker untuk hari bebas tanpa menggigit kuku juga dapat memotivasi dirinya.
No comments:
Post a Comment