Pages

Ads 468x60px

Search This Blog

Blogger templates

Monday, March 9, 2015

Pria Cenderung lebih narsisme ketimbang wanita


KAUM wanita selama ini dianggap lebih narsisme ketimbang kaum pria. Namun, satu studi justru menemukan sebaliknya. Untuk melakukan studi ini, peneliti dari Buffalo School of Management menganalisis lebih dari 475 ribu data peserta.
Para peneliti menemukan rata-rata pria secara signifikan lebih narsisme daripada wanita. Hasil ini ditemukan setelah memperhitungkan usia dan generasi selain gender. "Narsisme terbukti meningkatkan harga diri, stabilitas emosional, dan kecenderungan untuk muncul sebagai pemimpin," kata peneliti Emily Grijalva.
Secara umum, studi membandingkan perbedaan gender dalam tiga aspek narsisme, yakni kepemimpinan, memamerkan, dan hak. Kesenjangan antargender terluas ditemukan pada variabel hak, sedangkan kesenjangan kedua dan ketiga ada pada variabel kepemimpinan dan memamerkan. Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Psychological Bulletin. (MI/R6)

“Narsisme terkait dengan berbagai disfungsi interpersonal, termasuk ketidakmampuan untuk menjaga hubungan jangka panjang yang sehat, perilaku yang tidak etis dan sifat agresif,” ujar ketua penulis penelitian Emily Grijalva, asisten dosen organisasi dan sumber daya manusian di UB School of Management.
“Pada saat yang sama, narsisme terbukti meningkatkan kepercayaan diri, stabilitas emosional dan kecenderungan untuk tampil sebagai pemimpin.”
Para peneliti melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari 355 artikel jurnal, disertasi, manuskrip dan buku panduan teknis, serta mempelajari perbedaan gender dalam tiga aspek narsisme: kepemimpinan/otoritas, eksibisionisme dan hak.
Mereka menemukan kesenjangan terbesar terjadi dalam hal hak. Hal ini mengindikasikan pria memiliki kecenderungan lebih besar untuk mengeksploitasi orang lain dan merasa memiliki hak istimewa.
Grijalva menjelaskan, kadar sifat narsis yang lebih tinggi sebenarnya sangat membantu kaum pria untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka dan membuat mereka lebih berkomitmen pada peran kepemimpinan. Meski demikian, lanjut Grijalva, timnya menemukan bahwa sterotip sosial yang sudah ketinggalan jaman mempengaruhi sifat narsis pria.
"Individu cenderung mengamati dan belajar peran jender sejak usia muda. Namun faktanya, wanita sering memperoleh kritik pedas karena bersikap agresif atau otoritatif. Ini menciptakan tekanan bagi wanita untuk menahan perilaku narsis mereka," ujar Grijalva. 

No comments:

Post a Comment

 
 
Blogger Templates