Pages

Ads 468x60px

Search This Blog

Blogger templates

Thursday, March 12, 2015

5 Dampak buruk jika sering membentak Anak


“Tahukan Anda di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga.”



 Seperti diutarakan psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, M.Psi, kekerasan fisik seperti dipukul atau dicubit sambil dimarahi bisa berdampak pada psikologis anak. Meskipun, dkatakan Ratih ada juga kekerasan yang lebih bersifat psikologis misalnya tidak memenuhi hak makan anak dan tidak memberi uang jajan tanpa alasan yang jelas.
"Terbiasa dimarahi dan dibentak, apalagi anak pada dasarnya tidak merasa mendapat kekerasan karena hal itu dilakukan orang terdekat seperti orang tua atau saudara, terbentuklah pemikiran bahwa membentak, memukul dan tindak kekerasan lain adalah bentuk kasih saynag," terang Ratih.
Akibatnya, anak akan meniru hal tersebut dalam kesehariannya. Dia jadi mudah marah, sulit mengendalikan, emosi, dan suka teriak-teriak. Sering mendapat tindak kekerasan baik verbal atau non verbal juga bisa berdampak buruk pada psikis anak.
"Anak bisa jadi selalu cemas, merasa tidak aman, tidak nyaman, tidak percaya diri dan tidak bisa memposisikan dirinya dengan tepat," lanjut Ratih saat dihubungi detikHealth, Rabu (23/7/2014).
Ratih mencontohkan, anak yang dalam kondisi tidak nyaman karena dibentak atau dikurung di kamar mandi lalu disiram paksa dengan air bisa merasakan trauma mendalam. Misalnya saja ada anak yang trauma dengan air.
"Penyebabnya bisa saja waktu belajar berenang dia nggak bisa-bisa akhirnya kepalanya dimasukkan ke air oleh orang tuanya karena kesal. Itu dia bisa trauma nggak mau mandi cuma mau dilap aja, takut melihat air apalagi bak mandi,' terang psikolog dari Klinik Tumbuh Kembang Kancil ini.
Nah, sebaiknya ketika anak melakukan kesalahan orang tua perlu memberi pengertian dengan komunikasi yang baik bahwa apa yang dilakukan si kecil kurang tepat. Disertakan pula penyebab mengapa hal tersebut dikatakan kurang tepat. Meskipun, untuk pola pengasuhan anak dikembalikan ke masing-masing orang tua.


 Beberapa dampak negatif membentak anak adalah:

1. Anak saat dewasa menjadi minder & takut mencoba hal baru. Jiwanya selalu merasa bersalah sehingga hidupnya penuh keraguan dan tidak percaya diri.

2. Anak akan memiliki sifat pemarah, egois, judes karena dia dibentuk dengan kemarahan oleh orang tuanya. Jika ada hal yang tidak berkenan dihatinya karena sikap kawannya, dia cenderung agresif dan memarahi rekannya. Padahal masalahnya hanya sepele.

3. Anak akan memilki sifat menantang, keras kepala dan suka membantah nasehat atau perintah orang tuanya.

4. Anak akan memiliki pribadi yang tertutup dan suka menyimpan unek-unek nya, takut mengutarakan, karena takut dipersalahkan.

5. Anak menjadi apatis, sering tidak peduli pada suatu hal.

Dari beberapa artikel dan penelitian disebutkan bahwa, satu bentakan merusak jutaan sel-sel otak anak kita. Hasil penelitian Lise Gliot, berkesimpulan pada anak yang masih dalam pertumbuhan otaknya yakni pada masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan, red), suara keras dan membentak yang keluar dari orang tua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. Sedangkan pada saat ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian otak terbentuk indah.

Penelitian Lise Gliot ini sendiri dilakukan sendiri pada anaknya dengan memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monitor komputer sehingga bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan otak anaknya. “Hasilnya luar biasa, saat menyusui terbentuk rangkaian indah, namun saat ia terkejut dan sedikit bersuara keras pada anaknya, rangkaian indah menggelembung seperti balon, lalu pecah berantakan dan terjadi perubahan warna. Ini baru teriakan,” ujarnya. Dari hasil penelitian ini, jelas pengaruh marah terhadap anak sangat mempengaruhi perkembangan otaknya. Jika ini dilakukan secara tak terkendali, bukan tidak mungkin akan mengganggu struktur otak anak itu sendiri. “Makanya, kita harus berhati-hati dalam memarahi anaknya,” Tidak hanya itu, marah juga mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh. Tak hanya otak, tapi juga hati, jantung dan lainnya.
    Kelekatan hubungan anak dan orang tua sangat berpengaruh bagi perkembangan otak dan psycologisnya, tdk usah khawatir anak jadi cengeng dan manja. So.. Semoga saya tidak membentak lagi terutama pada umur 1-6 tahun si anak karena ini adalah "the golden age" yang dapat merusak kecerdasan emosionalnya. 

Mari yuk selalu memberi pujian tulus dan pelukan kasih sayang kepada anak-anak kita agar kelak menjadi anak yang cerdas berjiwa penuh kasih sayang. 



No comments:

Post a Comment

 
 
Blogger Templates